Sabtu, Februari 07, 2009

Peri Kecilku

Aliya Zarranggie



Aliya (bhs. Arab), artinya "luhur/ tinggi"; Zarranggie (bhs. Parsi) bermakna cerdik/ cerdas. Demikianlah pengharapan kami padamu, Peri Kecilku. Kau diharapkan akan menemukan keluhuran ilmu, cerdas.
Lahir di Yogya,kini 7 tahun. Punya hobi seni peran. Di sekolah (kini SD kelas 1) sering diolok-olok teman karena gemar ber-monolog. Padahal di lingkungan keluarga ini, Aliya adalah pemain Monolog Kelas 2, kalah tanding dengan Abahnya (yang sering bermonolog bukan hanya di rumah tapi bahkan di jalan sambil berkendara).
Ketertarikannya dalam berakting juga terlihat waktu berpose di depan kamera. Menurutku dia fotogenic. Semua gayanya luwes, alami: tidak ada pengarahan, karena uminya tak pandai mengarahkan. Akhirnya, inilah beberapa hasil jepretan foto seadanya sekitar 2 tahun lalu, berdiri di atas meja, latar dinding penuh coretan pertanda kemerdekaan berekspresi (atau sloordeg?). Tetapi, apapun itu hasilnya, menurutku dialah Peri Cantik Kebanggaanku.




Namun demikian, namanya juga anak-anak, rasa ingin tahu yang besar ditambah semangat pemberani telah menjadikannya wanita pesohor di kalangan keluarga sebagai pemakan --- maaf --- upilnya sendiri. Ya, betul. Upil, kotoran hidung.
Tetapi eksplorasinya ini tak berlangsung lama. Hanya bertahan beberapa bulan. Akhirnya kegemarannya makan benda asin(g) itu berhenti ketika rasa (upil) tak banyak berubah, tetap asin.



Aliya Peri Kecilku, tetaplah mencari. Tak apa nak, upil sempat menjadi arena pencarianmu. Di saat lain, kau akan banyak lagi mencari. Maka kau pun akan banyak belajar dari perolehanmu itu. Karena kami yakin, mencari ilmu berbatas langit...

1 komentar:

  1. wah...wah....zaranggie...zaranggie, kelak esok hari kau akan menjadi seorang wanita yang berbudi dan baik hati, jauh dari sifat iri hati dan dengki, selalu mandiri memandang lurus esok hari yang tak pernah henti menikam hati setiap ragawi, tapi kau kan selalu siap dengan senjata siap di tangan, apapun yang terjadi
    zaranggie.....tetaplah kau menjadi zaranggie yang manis biarpun dunia semakin bengis
    zaranggie...tetaplah kau menjadi zaranggie yang cantik jelita ,walaupun nanti goncangan2 batin akan selalu menghadang
    zaranggie...kau memang ayu seperti mamamu

    BalasHapus